Jumat, 13 September 2013

Gizi Dislipidemia


Bahan Makanan yang Tidak Boleh Diberikan
  • Hindari makanan yang banyak mengandung kolesterol harus dibatasi hingga 2-3 butir/minggu, seperti :
*      Otak (2000 mg/100 gram otak),
*      Jerohan (300 mg/100 gram hati),
*      Daging merah yang berlemak dan gajih /minyak hewani,
*      Merah telur, khususnya telur ayam broiler dan itik (yang mengandung 550 mg kolesetrol/100 gram).
·         Sumber lemak : semua makanan yang digoreng, semua makanan dang daging yang mengandung lemak tinggi secara berlebihan karena keduanya mengandung banyak minyak jenuh, seperti :
1.      Minyak kelapa,
2.      Minyak jelantah,
3.      Margarin dan
4.      Santan yang kental
5.      Mayonais,
6.      Daging kambing,
7.      dan Babi.  
  • Bahan makanan yang menimbulkan gas :
ü  ubi,
ü  kacang merah,
ü  kol,
ü  sawi,
ü   lobak,
ü  durian,
ü  nangka,
ü   ketimun.
  • Bumbu-bumbu yang merangsang :
Ø  cabe,
Ø   bawang,
Ø   merica,
Ø   asam,
Ø   cuka,
Ø   jahe.
  • Minuman yang mengandung soda dan alkohol.
  • Kurangi konsumsi udang, kerang, dan kepiting yang masih dianggap sebagai makanan yang banyak mengandung kolesterol. Memakan udang rebus yang kulitnya masih melekat lebih dianjurkan karena chitosan dalam kulit udang dianggap sebagai  bahan anti-kolesterol.
  •  
Bahan Makanan yang Baik Diberikan
*      Gunakan daging yang tidak berlemak seperti
·         daging ayam kampung atau
·         daging ikan yang berwarna putih atau bahan pangan nabati seperti tahu, tempe atau jenis ecang-kacangan lainnya sebagai sumber protein.
*      Penyandang disiplidemia yang membutuhkan tambahan protein , kalsium dan fosfor dalam bentuk susu dapat menggunakan
v  susu kedelai,
v   yogurt,
v  susu non fat,
v  atau susu skim, khususnya yang mengandung serat.
Ketiga jenis susu ini dapat dianjurkan sebagai pengganti susu sapi atau whole milk biasa. Sedangkan pengganti produk susu seperti keju adalah cottage cheese yang terbuat dari susu skim.
*      Jika mungkin, gunakan minyak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun dan minyak kacang dalam jumlah sekitar 1 sendok makan (10 g) untuk sekali memasak.
*      Minyak tak jenuh, seperti
ü  minyak jagung dan kedelai (polyunsaturated oils)
ü  atau minyak zaitun dan kacang( monounsaturated oils)
tetapi, akan berubah menjadi minyak jenuh jika dimasak dengan suhu tinggi dan berkali-kali. Mentega (butter) tidak dianjurkan pada penyandang dislipidemia karena terbuat dari lemak hewan, sedangkan margarin diperbolehkan jika berasal dari minyak tak jenuh (bentuk margarin ini lebih cair dari margarin biasa yang terbuat dari minyak sawit ) dan hanya digunakan dalam jumlah sedikit.
*      Kurangi konsumsi karbohidrat murni seperti
§  gula,
§   madu,
§   makanan manis lainnya (kecap, abon, dendeng, tarcis, cokelat)
karena dapat meningkatkan sintesis trigliserida dalam tubuh. Tingkatkan konsumsi karbohidrat kompleks sebagai sumber energi seperti
§  sereal untuk (beras tumbuk, jagung, havermut, roti, bekatul, dll) dan
§  umbi-umbian (pisang rebus, talas, kentang hitam) yang mengandung serat.
 Sereal utuh dan umbi-umbian dapat dikonsumsi untuk menggantikan sebagian bahan makanan sumber karbohidrat yang kurang mengandung serat tetapi bisa dikonsumsi sebagai makanan pokok seperti nasi beras giling, mie, bihun, roti putih.
*      Tingkatkan konsumsi sayuran dan buah, khususnya yang mengandung serat solubel seperti
ü  labu siam,
ü   terong,
ü  oyong/gambas,
ü  lobak,
ü  melon
ü   semangka,
ü   belimbing
ü  dan jambu.
 Gunakan makanan tinggi serat solubel seperti
*      agar-agar,
*      rumput laut,
*       kolang-kaling,
*       cincau,
*       selasih sebagai minuman atau makanan camilan.
*      Biasakan memasak dengan cara
·      Menumis,
·      Merebus,
·      Menanak,
·      Memepes, dan Memanggang.

*      Contoh menu

-Pagi: nasi putih
           telur mata sapi
           tahu goreng
           tumis kangkung

10.00:  biskuit
-Siang: nasi
             kambing guling
             lalap timun
             pepaya

16.00:  pisang goreng

-Malam:  nasi
               ikan goreng
               sup kacang merah dan daging saping
               lalap timun

Penanganan



Penanganan Kondisi Dislipidemia
1. Perencanaan terapi diet
     Pada pasien dislipidemia harus diterapkan diet seimbang yang mengandung semua nutrient dalam jumlah yang memadai.
a. Tujuan diet yang diberikan untuk pasien dengan kondisi dislipidemia:
1) Menurunkan berat badan bila terjadi kegemukan.
2) Mengubah jenis dan asupan lemak makanan.
3) Menurunkan asupan kolesterol makanan.
4) Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks dan menurunkan asupan karboidrat sederhana.
b. Syarat diet yang diberikan:
1) Energi yang dibutuhkan disesuaikan menurut berat badan dan aktivitas fisik.
2) Lemak sedang, <30% dari kebutuhan enegi total.
3) Protein cukup, yaitu 10-20% dari kebutuhan total.
4) Karbohidrat sedanng, yaitu 50-60% dari kebutuhan total.
5) Serat tinggi, terutama yang larut air.
6) Cukup vitamin dan mineral